Bidadari Keluarga
Lahir seorang anak
perempuan di sebuah desa di daerah Sukerejo,Kendal. Ia lahir dengan
keadaan sehat. Wajahnya merah dan pipinya tembam sama seperti bayi pada
umumnya. Ia memiliki arti yang besar bagi keluarga yang telah menantinya. Ia
bernama Sri Sapta Rini.
Sri Sapta Rini lahir
di Sukerejo pada tanggal 28 desember 1969. Ia lahir dari pasangan Bapak Karyono
dan Ibu Surtini. Rini adalah anak ke 7 dari 9 bersaudara ia lahir di sebuah
keluarga yang sederhana. Ayahnya adalah kepala sekolah dari salah satu sekolah
dasar yang ada di sana sedangkan ibunya adalah ibu rumah tangga.
Ia memulai
pendidikannya di sekolah dasar 1 Sukorejo. Lalu ia melanjutkan ke jenjang
beikutnya, yaitu SMP Negeri 1 Sukorejo. Ia adalah anak yang periang dan
memiliki banyak teman semasa sekolahnya. Sifatnya yang supel atau mudah bergaul
membuatnya mudah untuk masuk organisasi OSIS di sekolahnya. Setelah 3 tahun
mengenyam pendidikan di SMP, ia melanjutkan pendidikannya di SMA Negeri 1
Batang. Ia pindah ke Batang karena tidak mau memberatkan orang tuanya lagi dan
memilih ikut kakak pertamanya yang telah berkeluarga. Mungkin ia memang tidak
berprestasi dibidang akadamik, tetapi ia aktif dalam berbagai organisasi. Ia
terpilih untuk mengikuti jambore di Ambon. Ia juga terpilih sebagai paskibra di
sekolah dan di kota Batang. Setelah lulus SMA ,Rini melanjutkan pendidikannya
di sekolah tinggi ekonomi dan akutansi di kota Semarang. Di tempat itulah yang
mempertemukan Rini dengan pasangan hidupnya.
Setelah lulus
kuliah,ia menikah dengan seorang lelaki yang bernama Muchammad Sibyanul Aqil.
Ia mengikuti suaminya untuk tinggal di kota magelang. Ia lalu bekerja di PT
Arma]da Mobil sebagai sales marketing. Segala rintangan telah ia lewati
selama bekerja selama 15 tahun disana hingga saat ini. Sejumlah prestasi juga
telah ia raih . Ia behasil mendapat tour gratis ke luar negeri karena hasil
penjualan mobilnya yang tinggi se Indonesia. Berbagai negara telah ia datangi
seperti Belanda,Prancis,Jepang,Korea Selatan,Cina, dan masih banyak lagi.
Baginya usia yang sudah bertambah bukan lah halangan ntuk berprestasi. Walaupun
ia bekerja dengan baik ia tidak melakukan kewajibannya sebagai istri dan ibu
bagi keluarga kecil nya. Ia adalah sosok ibu yang penyayang dan menjadi teladan
bagi ketiga anaknya.
Kini ia hidup berbahagia
dengan keluarga kecilnya. Ketiga anaknya telah tumbuh dan berkembang menjadi
gadis yang dibanggakannya. Anaknya yang pertama bernama Sania Intan Rizkita
yang kini telah berprofesi sebagai pegawai bank nasional di Semarang.
Lalu anak keduana yang bernama Saffira fitri Chumaida sedang mengenyam
pendidikan di SMA Negeri 2 kota Magelang. Anak ketiga nya bernama Tazkia
Nirmala Putri Maharani yang kini masih berusia 5 tahun. Sri Sapta Rini adalah
sosok bidadari bagi keluarganya.

